Kamis, 09 April 2009

Definisi Pantun

Definisi Pantun





Menurut Kamus Dewan, (1986:813)

"... sejenis puisi lama yang terdiri daripada empat baris dalam tiap-tiap rangkap yang mempunyai pembayang dan maksud ..."

Kamus Umum Bahasa Indonesia (hlm. 710)

"... sajak pendek, tiap-tiap kuplet biasanya empat baris (abab) dan dua baris yang dahulu biasanya untuk tumpuan sahaja ...



Menurut Zaaba (1965:218)


"... perkataan pantun itu pada mulanya dahulu dipakai orang dengan makna seperti, umpama, laksana ... "

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan dan dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak akhir dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun "versi pendek" (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah "versi panjang" (enam baris atau lebih).

Berbagai Bentuk Puisi dan Pantun


1. Gurindam


Sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat.
Misal: Baik-baik memilih kawan
Salah-salah bisa jadi lawan


2. Karmina

Pantun dua seuntai (pantun kilat) baris pertama sebagai sampiran dan baris kedua sebagai isi berupa sindiran dengan rumus rima a-a

Misal:

Kayu Lurus dalam ladang
Kerbau kurus banyak tulang


3. Talibun

Bentuk puisi lama dalam kesusastraan Indonesia (Melayu) yang jumlah barisnya lebih dari empat, biasanya sampai 16-20, serta punya persamaan bunyi pada akhir baris (ada juga yang seperti pantun dengan jumlah baris genap seperti 6, 8, 12)
Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi, tetapi lebih dari 4 baris ( mulai dari 6 baris hingga 20 baris). Berirama abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dstnya.


Ciri-ciri Talibun adalah seperti berikut:-


• Ia merupakan sejenis puisi bebas
• Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian
• Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci
• Tiada pembayang. Setiap rangkap dapat menjelaskan satu keseluruhan cerita
• Menggunakan puisi lain (pantun/syair) dalam pembentukannya
• Gaya bahasa yang luas dan lumrah (memberi penekanan kepada bahasa yang berirama seperti pengulangan dll)
• Berfungsi untuk menjelaskan sesuatu perkara
• Merupakan bahan penting dalam pengkaryaan cerita penglipur lara
Tema Talibun



Tema talibun biasanya berdasarkan fungsi puisi tersebut.
Contohnya
seperti berikut:-



• Mengisahkan kebesaran/kehebatan sesuatu tempat dll
• Mengisahkan keajaiban sesuatu benda/peristiwa
• Mengisahkan kehebatan/kecantikan seseorang
• Mengisahkan kecantikan seseorang
• Mengisahkan kelakuan dan sikap manusia


Contoh Talibun

Tengah malam sudah terlampau
Dinihari belum lagi nampak
Budak-budak dua kali jaga
Orang muda pulang bertandang
Orang tua berkalih tidur
Embun jantan rintik-rintik
Berbunyi kuang jauh ke tengah
Sering lanting riang di rimba
Melenguh lembu di padang
Sambut menguak kerbau di kandang
Berkokok mendung, Merak mengigal
Fajar sidik menyinsing naik
Kicak-kicau bunyi Murai
Taktibau melambung tinggi
Berkuku balam dihujung bendul
Terdengar puyuh panjang bunyi
Puntung sejengkal tinggal sejari
Itulah alamat hari nak siang
(Hikayat Malim Deman)


4. Syair


Syair adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud).

Daftar syair


• Syair Bidasari
• Syair Ken Tambuhan
• Syair Kerajaan Bima
• Syair Raja Mambang Jauhari
• Syair Raja Siak
Syair disebut juga puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhiran dengan bunyi yang sama

Sumber :

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Wikipedia. 2007. Talibun. (online)

Wikipedia. 2007. Syair. (online)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar